Estimasi biaya nikah, lamaran, dan sunatan secara otomatis berdasarkan wilayah dan jumlah tamu. Harga bisa disesuaikan — dilengkapi target menabung dan skor kesiapan finansial.
Isi dana yang sudah ada untuk mengetahui kekurangan dan target menabung per bulan.
*Tautan Pluang adalah tautan afiliasi.
Biaya pernikahan di Indonesia sangat bervariasi — mulai Rp 20–50 juta untuk pernikahan sederhana di rumah, Rp 50–150 juta untuk pernikahan menengah di gedung, hingga Rp 200 juta ke atas untuk pernikahan mewah di hotel. Faktor terbesar yang menentukan adalah jumlah tamu dan pilihan venue.
Tiga besar yang menyedot anggaran: (1) Catering — bisa 40-50% dari total, (2) Venue/gedung — 15-20%, dan (3) Dekorasi & pelaminan — 10-15%. Tips hemat: kurangi jumlah tamu, pilih gedung dengan paket all-in, dan pesan catering jauh hari untuk harga lebih terjangkau.
Dana darurat acara adalah cadangan 10% dari total anggaran untuk biaya tidak terduga — misalnya harga vendor naik mendadak, kerusakan perlengkapan, atau penambahan tamu. Ini praktik standar yang direkomendasikan wedding planner profesional agar hari H tidak rusak karena masalah keuangan dadakan.
Bisa, tapi tidak bisa diandalkan 100%. Rata-rata kondangan per tamu berkisar Rp 100.000–300.000 tergantung kedekatan dan daerah. Untuk 300 tamu dengan rata-rata Rp 150.000, kondangan masuk sekitar Rp 45 juta — bisa menutup sebagian besar biaya catering. Namun kondangan sifatnya tidak pasti, sehingga tetap harus ada tabungan sendiri sebagai fondasi.
Idealnya 12–24 bulan sebelum hari H. Menabung lebih awal memberi keuntungan: (1) cicilan per bulan lebih ringan, (2) bisa menaruh dana di reksa dana pasar uang untuk return lebih tinggi dari tabungan biasa, (3) lebih leluasa memilih vendor tanpa terburu-buru. Hindari hutang konsumtif untuk hajatan — mulai dengan anggaran yang sesuai kemampuan.