Hitung Harga Setelah Diskon
Rp
%
0%50%100%
pcs
🏷️
Masukkan harga dan persen diskon,
lalu klik Hitung Diskon
Hemat
per item
Harga Bayar
sudah diskon
💰 Harga Asal
🏷️ Diskon
✂️ Potongan Harga
✅ Harga Setelah Diskon
Yang Dibayar
Potongan Diskon
Simulasi Berbagai Diskon
DiskonPotonganHarga BayarHemat
Diskon Ganda / Bertingkat

Diskon ganda (misal 30%+20%) dihitung bertingkat, bukan dijumlah. Diskon 30%+20% ≠ 50% — ini yang sering disalahpahami konsumen.

Rp
Lapisan Diskon
Diskon 1 %
Diskon 2 %
🔁
Masukkan harga dan lapisan diskon,
lalu klik Hitung Diskon Ganda
Diskon Ganda
Diskon Efektif
diskon sesungguhnya
Harga Akhir
setelah semua diskon
💰 Harga Asal
📊 Diskon Gabungan
✂️ Total Potongan
✅ Harga Akhir
Perhitungan Bertingkat
⚠️ Jebakan Diskon Ganda
⚠️ Diskon ganda selalu dihitung bertingkat — setiap lapisan diskon diterapkan pada harga hasil sebelumnya, bukan pada harga asal.
Cari Berapa Persen Diskon

Masukkan harga asal dan harga jual/harga yang tertera, sistem akan otomatis menghitung berapa persen diskonnya.

Rp
Rp
🔄
Masukkan harga asal dan harga setelah diskon,
lalu klik Hitung % Diskon
Persen Diskon
dari harga asal
Potongan Harga
nominal hemat
💰 Harga Asal
✅ Harga Jual
🏷️ Diskon
✂️ Hemat
Harga Jual vs Harga Asal
💡 Rumus: Diskon = (Harga Asal − Harga Jual) ÷ Harga Asal × 100%
Hitung Markup & Harga Reseller

Hitung harga jual dari modal, atau tentukan harga reseller dari harga jual. Cocok untuk supplier, distributor, dan dropshipper.

Rp
Target Keuntungan
%
0%100%200%
Harga Reseller (opsional)
%

Diskon dari harga normal yang diberikan ke reseller/dropshipper.

📈
Masukkan modal dan target keuntungan,
lalu klik Hitung Markup & Reseller
Harga Jual Normal
ke end-user
Harga Reseller
setelah diskon reseller
💵 Modal / HPP
💰 Harga Jual
📈 Laba dari Normal
🏷️ Harga Reseller
📉 Laba dari Reseller
📊 Margin Reseller
Rantai Harga
⚠️ Pastikan harga reseller masih menghasilkan keuntungan yang wajar setelah dikurangi biaya operasional dan pengiriman.
Hitung Diskon Banyak Item Sekaligus

Tambahkan beberapa item belanja, masing-masing dengan diskon berbeda. Total tagihan dihitung otomatis.

Nama Item Harga (Rp) Qty Diskon % Subtotal
Rp0
Rp0
%

Diskon keseluruhan setelah semua diskon per item diterapkan.

📦
Tambahkan item belanja Anda,
lalu klik Hitung Total Belanja
Total Hemat
dari semua diskon
Total Bayar
setelah semua diskon
🛒 Subtotal Asal
✂️ Total Diskon
📦 Jumlah Item
💰 Total Bayar
Rincian Per Item
Item Asal Diskon Subtotal
TOTAL

📖 Memahami Jenis-jenis Diskon

Tidak semua diskon itu sama. Memahami cara kerja diskon membantu Anda membuat keputusan belanja dan pricing bisnis yang lebih cerdas.

🏷️

Diskon Biasa

Pengurangan langsung dari harga asal. Diskon 30% dari Rp100.000 = hemat Rp30.000, bayar Rp70.000. Cara paling umum dan mudah dipahami.

🔁

Diskon Ganda (Bertingkat)

Diskon diterapkan berlapis. Diskon 30%+20% berarti: harga dikurangi 30% dulu, lalu hasil itu dikurangi 20% lagi. Hasilnya 44%, bukan 50%! Sering dipakai di fashion dan grosir.

📈

Markup vs Margin

Markup 30% dari modal Rp100rb = jual Rp130rb (untung Rp30rb dari modal). Margin 30% = untung 30% dari harga jual, artinya jual di Rp142rb (untung Rp42rb dari modal). Bedanya signifikan!

🛒

Diskon vs Cashback

Diskon langsung mengurangi harga di kasir. Cashback dikembalikan setelah transaksi (kadang dalam bentuk poin). Untuk konsumen, diskon langsung biasanya lebih menguntungkan karena tidak ada syarat tambahan.

Rumus Harga Setelah Diskon

Harga Akhir = Harga Asal × (1 − Diskon%/100)
Contoh: Rp500.000 × (1 − 0,30) = Rp350.000

Rumus Diskon Ganda

Harga Akhir = Harga × (1−D1) × (1−D2) × ...
30%+20% = Rp100rb × 0,70 × 0,80 = Rp56.000

🧑‍💼 Contoh Kasus Nyata

🛍️ Belanja Fashion Sale
Harga asalRp350.000
Diskon40%
HematRp140.000
Harga bayarRp210.000
💡 Diskon 40% dari Rp350.000 menghemat Rp140.000. Layak dibeli jika memang dibutuhkan!
🏭 Grosir Diskon 50%+10%
Harga asalRp200.000
Diskon bertingkat50%+10%
Diskon efektif55% (bukan 60%!)
Harga akhirRp90.000
⚠️ Diskon 50%+10% bukan 60%! Efektifnya hanya 55%. Banyak yang tertipu angka diskon ganda.
🏪 Pricing UMKM + Reseller
Modal produkRp50.000
Markup 60%→ Rp80.000
Diskon reseller 20%→ Rp64.000
Laba dari resellerRp14.000 (28%)
✅ Modal Rp50rb, jual ke end-user Rp80rb (laba Rp30rb), jual ke reseller Rp64rb (laba Rp14rb tapi volume lebih besar).

💡 Tips Diskon untuk Penjual & Pembeli

🧮Selalu hitung diskon dari HPP, bukan dari harga jual. Sebelum pasang diskon, pastikan harga setelah diskon masih di atas HPP + biaya operasional. Diskon yang salah hitung bisa membuat Anda jual rugi tanpa sadar.
⚠️Waspada diskon ganda di toko online. "Diskon 70%+30%" terdengar luar biasa, tapi efektif hanya 79%. Gunakan kalkulator diskon ganda kami sebelum tergiur angka besar yang ternyata tidak sebesar yang ditampilkan.
🎯Tetapkan harga reseller dengan margin yang masuk akal. Diskon reseller yang terlalu kecil (<10%) membuat reseller tidak termotivasi. Terlalu besar (>40%) bisa menggerus margin Anda. Rentang 15–25% umumnya sweet spot untuk produk UMKM.
📅Diskon berbasis waktu lebih efektif dari diskon permanen. "Flash sale 24 jam" menciptakan urgensi. Diskon permanen mendevaluasi produk dan membuat pembeli enggan beli di harga normal. Terapkan diskon secara strategis, bukan sebagai harga tetap.
📊Hitung total hemat sebelum belanja, bukan setelah. "Hemat Rp500.000" terdengar besar, tapi jika harga asalnya Rp5 juta untuk barang yang tidak dibutuhkan, Anda tidak hemat — justru boros Rp4,5 juta.

❓ Pertanyaan yang Sering Ditanyakan

Diskon 50%+50% = gratis? +
Tidak! Diskon 50%+50% dihitung bertingkat: harga dikurangi 50% dulu, lalu sisanya dikurangi 50% lagi. Hasilnya bukan 0%, tapi 75% diskon. Contoh: Rp100.000 → dikurangi 50% = Rp50.000 → dikurangi 50% lagi = Rp25.000. Anda tetap bayar Rp25.000, bukan gratis.
Apa bedanya markup dan margin laba? +
Markup dihitung dari modal/HPP. Markup 50% dari modal Rp100rb = jual Rp150rb (untung Rp50rb dari modal). Margin dihitung dari harga jual. Margin 50% = untung 50% dari harga jual — artinya jual di Rp200rb agar untung Rp100rb (50% dari Rp200rb). Untuk angka yang sama (50%), markup menghasilkan harga jual yang lebih rendah dibanding margin.
Bagaimana cara menentukan diskon yang tepat agar tetap untung? +
Langkah: (1) Hitung HPP + biaya operasional per unit. (2) Tentukan harga jual normal dengan margin yang diinginkan. (3) Hitung berapa persen maksimal diskon yang masih menghasilkan keuntungan di atas nol. Contoh: HPP Rp70rb, jual normal Rp100rb. Diskon maksimal tanpa rugi = 30%. Tapi untuk tetap untung minimal, misalnya 10%, maka diskon maksimal = (Rp100rb − Rp77rb) / Rp100rb = 23%.
Apakah diskon reseller wajib dibuat tertulis? +
Sangat disarankan, meski tidak ada kewajiban hukum untuk UMKM kecil. Buat price list reseller yang tertulis jelas: harga normal, harga reseller, minimal order, dan ketentuan lain. Ini menghindari misunderstanding dan memudahkan scaling. Reseller juga lebih serius jika ada perjanjian tertulis.

📚 Artikel yang Sangat Relevan

Kalkulator Lainnya
Template Premium

📊 Template Laporan Keuangan UMKM Lengkap — Rp 65.000

Kelola harga produk, HPP, dan margin keuntungan bisnis Anda dalam 1 template Excel.

🛒 Lihat Produk